Blog

Mengenal Screen Bagian 1: Jenis-Jenis Kain Screen

Kaos Murah – Sablon atau menyablon (printing manual) merupakan suatu kegiatan cetak mencetak tanpa memerlukan atau menggunakan mesin, namun hanya dengan menggunakan tenaga kerja manusia semata. Sablon dapat diartikan cetak saring, karena sablon adalah proses mencetak dengan menggunakan kain saring khusus (yag disebut screen). Melalui kain saring, tinta sablon akan disaringkan atau disablonkan melalui pori-pori untuk membentuk disain atau gambar yang diinginkan. Berbagai produk yang dapat dikerjakan melalui sablon diantarannya kartu undangan, kartu nama, sticker, seragam, kaos murah, dll.

Kain Screen

Kain screen adalah kain saring yang khusus dibuat untuk menyablon. Kain creen ini biasanya ditarik (stretch) untuk dibuat menjadi screen. Hasil sablonan sangat ditentukan oleh jenis kain yang digunakan, oleh karena itu pemilihan kain screen yang cocok sangatlah penting dalam pengerjaan penyablonan. Sebelum digunakan untuk melakukan proses penyablonan, kain screen harus terlebih dahulu dipasang dalam bingkai kayu dalam keadaan tegang, dan ini disebut sebagai alat cetak.

Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih kain screen adalah sebagai berikut:

  1. Kecocokan kain screen dengan bahan-bahan tinta sablon,
  2. Kemampuan menyablon di permukaan yang diinginkan
  3. Ketepatan dan ketajaman hasil, dan ketahanan pakai.

Jenis Kain Screen dan Karakteristiknya

Bentuk kain screen pada umumnya berwarna putih, memiliki berbagai ukuran halus dan kasar, elastis (lentur) seperti karet, halus tipis berpori-pori dan mempunyai banyak jenis ukuran lubangnya. Kain screen dapat dibedakan dari bahan dan jenis benangnya. Bahan kain screen umumnya terbuat dari Nylon dan Polyester. Penggunaan keduanya berbeda karena setiap jenis dari keduanya memiliki keunggulan atau kelebihan masing-masing.

Bahan kain screen dari nylon mempunyai karakteristik elastis. Jenis ini sangat cocok untuk kain printing di atas permukaan yang tidak rata. Kain ini tahan gesekan dan baik dalam menyaring tinta sehingga cocok untuk menyablon dalam jumlah banyak serta taha lama.

Kain screen berbahan dasar nylon yang paling banyak digunakan adalah jenis Monyl, Nytal, dan Nybolt karena ketiganya mempunyai daya lentur dan ketahanan yang cukup tinggi. Bahkan mengingat sering dan familiernya kain screen jenis monyl, kain saring pada penyablonan dikenal dengan istilah monyl. Beberapa keuntungan menggunakan kain screen monyl, antara lain:

  1. Dapat digunakan untuk pengerjaan sablon pada permukaan kasar maupun halus,
  2. Mempunyai daya tarik yang tinggi dan tahan aus sehingga kuat dan tahan lama,
  3. Mempunyai daya elastis yang tinggi
  4. Tidak mudah mengkerut dan mengembang dapam keadaan basah maupun kering,
  5. Awet, mengingat diameter benang yang semakin mengecil sehingga tidak menyerap cat/tinta,
  6. Mudah dibersihkan dari tinta yang menempel
  7. Tahan terhadap zat kimia yang terkandung dalam tinta sablon,
  8. Dapat menghemat tinta sablon yang digunakan,
  9. Hasil sablonan cepat kering.

Bahan kain screen dari polyester sangatlah konsisten. Perubahan iklim tidak merubahnya sehingga cocok untuk membuat sablonan berkualitas tinggi. Hasil sablon dari kain ini lebih tajam dan presisi. Perbedaan antara kain screen berbaha nylon dan polyester dapat dilihat pada tabel berikut:

Selain berdasarkan jenis bahannya, kain screen juga dapat dibedakan berdasarkan jenis benangnya. Benag kain screen dapat dibuat dari benang monofilament atau dari benang multifilament.

1.    Kain benang monofilament

Kain benan monofilament adalah kain benang berserat tunggal, atau dengan kata lain satu lembar benang terbuat dari satu lembar serat. Kain jenis ini lebih umum dipakai, karena tinta yang disablonkan mudah masuk melewati dan melewati lubang-lubang kain. Kain screen monofilament juga mempunyai lubang atau pori-pori besar sehingga mudah dibersihkan

2.    Kain benang multifilament

Kain benang multifilament adalah kain benang yang terbuat dari beberapa serat yang ditwist/dipelintir menjadi satu. Kain jenis ini umumnya lebih kuat, namun benangnya lebih kecil. Oleh karena itu tinta yang disablonkan lebih cepat mongering dan menyumbat sehinggascreen perlu lebih sering dibersihkan.

Tipe Mesh

Mesh adalah ketebalan benang serta dinyatakan dalam jumlah benang per centimeter. Tebal kain dinyatakan dengan:

  1. Tipe S, tipe yang paling ringan (paling tipis),
  2. Tipe H, tipe medium (tengah),
  3. Tipe T, tipe berat (tebal),
  4. Tipe HD, tipe sangat berat (tebal sekali)

Misalkan kain screen T120 artinya kain screen yang tebal dengan benang sebanyak 120 helai per centimeter.

Mesh yang bernomor rendah umumnya mempunyai lubang atau pori-pori yang relative besar dan kasar. Mesh bernomor rendah sangat cocok digunakan untuk menyablon kaos murah. Sedangkan mesh bernomor tinggi umumnya mempunyai lubang yang lebih kecil atau halus sehingga cocok untuk menyablon plastic dan kertas. Penggunaan penomoran mesh dapat dilihat pada tabel berikut:

Catatan:

Kain screen tipe T61 yang digunakan untuk menyablon bahan kain atau kaos murah sering disebut kain T16, karena walaupun terdapat 61 helai benang dalam satu centimeter, kain jenis ini umumnya mempunyai ketebalan (tebal gauze) 16 micron. Demikian pula dengan T48 da T54. Gauze adalah tebal tinta yang disablonkan.

Keterangan:

A adalah luas cetak dalam %

B ketebalan gauze dalam milkron

C adalah jumlah volume tinta atau cat sablon

(Visited 4,879 times, 7 visits today)

This Post Has 3 Comments

  1. Candra says:

    Maaf kak mau tanya kalau kain monyl sendiri itu punya kalsidikasi ketebalannya tidak ya..? dan jika ada apakah ketebalannya berbanding lurus dengan nomes mesh screen tersebut…?
    Terimakasih

Leave A Reply






+ 6 = 14